It's Okay That's Love

Thursday, March 19, 2015

Sebenarnya aku bukan penggemar korea banget. Aku suka nonton drama korea yang aku suka aja, yang kalau mood nontonnya, trus siapa pemainnya hehe. Ga kayak teman - teman yang suka nonton semua drama korea terbaru. Waktu lihat trailer drama It's Okay That's Love, aku penasaran banget pengen nonton karena ada Lee Kwang Soo, aku ngefans deh sama dia, dia lucu (korban running man) wkwka. Karena waktu di trailer kayaknya drama komedi gitu, pasti ga bosen deh nontonnya. Aku sampai bela - belain download dramanya haha (walaupun cuma 6 episode yang di download, selebihnya minta sama teman). Eh kok jadi kebanyakan curhat yak. Bahas tentang dramanya aja kali yaa  :D
Seperti yang aku bilang diatas, drama ini bergenre komedi, percintaan, dan medis. Kenalan dulu dengan pemeran utamanya yaa. 
- Jo In-Sung sebagai Jang Jae-Yeol, seorang penulis, DJ, dan penyiar radio. Dia memiliki gangguan obsesif kompulsif sehingga dia hanya bisa tidur di bathtub.
- Gong Hyo-Jin sebagai Ji Hae-Soo, rekan tahun pertama di departemen psikiatri di sebuah rumah sakit universitas. Dia memiliki trauma tentang hubungan seks karena pernah melihat ibunya berselingkuh di depan matanya sewaktu ia kecil. 
- Sung Dong-Il sebagai Jo Dong-Min, kolega senior Hae-Soo di rumah sakit, dia bercerai dengan istrinya sesama dokter penyakit mental di rumah sakit yang sama dengannya, yang akhirnya menjadi sahabatnya.
- Lee Kwang-Soo sebagai Park Soo-Kwang, seorang pasien dengan sindrom tourette, ia tinggal bersama Hae-Soo dan Dong-Min, kehidupan cintanya selalu gagal karena penyakit yang dia derita.
- Do Kyung-Soo sebagai Han Kang-Woo, Seorang siswa SMA yang merupakan penggemar berat Jang Jae-yeol, dan bercita-cita untuk menjadi seorang penulis buku laris seperti dia suatu hari nanti untuk membuat ibunya senang. Sesungguhnya Han Kang-woo hanya dapat dilihat Jae-yeol sebagai refleksi dirinya sendiri. Dengan melindungi Kang-woo dan selalu membuat Kang-woo merasa bahagia, secara tak langsung Jae-yeol membuat dirinya sendiri bahagia.


Jang Jae-yeol memiliki masa lalu yang kurang bahagia, ayah dan abangnya suka memukul dirinya dan ibunya saat ia masih kecil. Sehingga dia sering kabur tanpa menggunakan alas kaki dan bersembunyi di wc umum di desanya sampai dia tertidur disana. Saat dewasa Jang Jae-yeol memiliki sakit mental dia berhalusinasi tentang Han Kang-woo yang sebenarnya karakter Han Kang woo dialah yang menciptakannya seperti kejadian saat dia masih kecil. Disaat yang sama Jae-yeol dikhianati oleh pacar dan sahabatnya, novelnya diplagiat oleh pacarnya sendiri dengan bantuan sahabatnya. Sehingga dia harus pindah ke rumah dimana Hae-soo, Jo dong-min, dan Park Soo-kwang tinggal yang sebenarnya itu adalah rumah miliknya. Awal saat dia pindah selalu terjadi pertengkaran dan perselisihan dengan Hae-soo, yang akhirnya mereka saling jatuh cinta dan belajar untuk mengerti satu sama lain. Jo dong-min mengetahui bahwa Jae-yeol memiliki halusinasi tentang Han Kang-woo, dan kabar itu sampai ke Hae-soo. Hal ini membuat Hae-soo sedih. Hae-soo membantu Jang Jae-yeol untuk sembuh dari penyakit mentalnya, tapi jang jae-yeol menolak. Karena dia merasa bahwa Han Kang-woo itu benar adanya, dia nyata, bukan hanya halusinasinya. Hae-soo tidak menyerah, dan menuntun jang jae-yeol kembali ke realitanya. Singkat cerita, jang jae-yeol berhasil sembuh dari penyakitnya dan tidak pernah lagi melihat Han Kang-Woo. Mereka menikah dan Hae-soo mengandung anak mereka :) Happy ending
Yang membuat aku sangat menyukai drama ini adalah alur ceritanya yang sangat menarik. Ceritanya tidak langsung 'plek' menjadi happy ending setelah kesedihan seperti drama yang lain. Drama ini juga banyak memberikan banyak pelajaran, seperti 2 quote yang sangat aku sukai saat Jang Jae-yeol menutup acara radionya.
pertama "dengan upaya dari banyak orang, lilin di dalam biara gua tidak pernah padam, 24 jam sehari, 365 hari setahun, entah siang atau malam. Hanya ada satu alasan mengapa lilin tetap menyala, hal ini demi semua orang kesepian di luar gua itu. Bagimu yang merasa kesepian, dan berfikir bahwa kau sendirian. Ketahuilah bahwa seseorang di luar sana sedang berdoa 24 jam sehari, hanya untukmu. Tolong ingat ini, kau tidak pernah sendirian bahkan untuk satu saatpun".
dan selanjutnya,
"Aku percaya hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang - orang yang kucintai adalah untuk tidak pernah putus asa tidak peduli apapun yang menggangguku. dan untuk ucapan selamat malamku, aku ingin mengatakan pada diriku sendiri, bukan untuk pendengarku di luar sana. Meskipun aku selalu bertanya bagaimana keadaan semua orang dan mengucapkan selamat malam yang tidak terhitung jumlahnya untuk pendengarku selama bertahun - tahun.  Aku sudah menyadari bahwa aku belum pernah mengatakan satu katapun untuk diriku sendiri. Untuk malam ini daripada bertanya itu dari orang lain, beralih ke dirimu sendiri dan bertanya 'apakah kau benar baik - baik saja?' tanyakan itu pada dirimu sendiri. ucapkan untuk dirimu sendiri ucapan selamat malam yang hangat dan nyaman".

Jadi untuk malam ini, good night Suci Ramdasari ~ 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...