Kunjungan Dr. Zakir Naik ke Indonesia

Tuesday, April 11, 2017

Dr. Zakir Naik, ulama dan pembicara umum asal Mumbai India ini melakukan safari dakwahnya ke Indonesia. Mulai dari Bandung, Bekasi, hingga Makasar, beliau berdakwah untuk mengklarifikasi tentang Islam di mata non muslim. Terbukti bangku VIP disediakan khusus untuk non muslim yang ingin bertanya kepadanya.

Saat mengetahui Dr. Zakir Naik melakukan safari dakwah ke Indonesia bulan lalu, saya dan Tisa bersemangat untuk pergi. Ternyata tidak mudah untuk mendapatkan tiketnya, kami harus bersaing dengan 40000 pengunjung lainnya yang tak kalah semangat untuk mendaftar. Alhamdulillah, Tisa berhasil submit tiket Dr. Zakir Naik untuk kami berdua. Akhirnya.

Ada beberapa teman bertanya, berapa harga tiket nonton Dr. Zakir Naik? Saya menjawab, gratis. Iya, ini gratis. Ada 40000 orang bahkan lebih yang datang ke Stadion Patriot Bekasi secara gratis untuk mendengarkan da'i dan pembicara internasional ini berdakwah. Iya, beliau hanya ingin berdakwah, menyampaikan kebenaran Islam, bahwa Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

---

8 April 2017 (hari ketika Dr. Zakir Naik berdakwah di Bekasi), saya dan Tisa berangkat dari Depok (kebetulan saat itu sedang di Depok) sekitar pukul 16.00. Dari Depok kami transit kereta di Stasiun Manggarai. Keramaian dan hiruk pikuk ingin menonton Dr. Zakir Naik sudah terasa disini. Saya melihat banyak ukhti dan akhwat yang berpakaian sangat sopan dan islami sudat memadati Stasiun Manggarai.

Saat kereta menuju Bekasi tiba, penumpang berbondong dan berebut agar bisa masuk ke dalam kereta. Kereta menuju Bekasi saat itu penuh sesak. Sepertinya sebagian besar penumpang akan turun di Stasiun Bekasi untuk nonton Dr. Zakir Naik. Ketika tiba di Stasiun Bekasi, saya dan Tisa bergegas menuju mushalla untuk menunaikan ibadah shalat maghrib. Mushalla stasiun penuh oleh pengunjung yang ingin menonton Dr. Zakir Naik. Dengan rapi dan teratur kami bergantian untuk menunaikan shalat.

Beberapa ukhti (yang tidak kami kenal) memutuskan untuk menggunakan ojek online agar bisa sampai di Stadion Patriot. Sementara saya dan Tisa memutuskan untuk berjalan kaki saja, hanya dengan modal keterangan dari seorang bapak yang bertugas di stasiun kereta, kami bergegas keluar dari stasiun. Kami sempat kebingungan karena belum melihat tanda dimana Stadion Patriot itu berada. Semangat kami kembali muncul ketika sudah melihat stadion dari kejauhan, juga beberapa rombongan dari arah lain yang menyeberang menuju stadion.

Kami berlari karena harus memacu langkah dari pengunjung lain agar bisa segera mengantre untuk masuk stadion. Bagusnya, tempat duduk pengunjung wanita dan pria dipisah, jadi kami tidak terlalu bingung bagaimana caranya agar bisa menjaga wudhu. Merinding rasanya melihat puluhan ribu manusia berbondong-bondong untuk mendengarkan dakwah. MasyaAllah.

Sekitar pukul 19.00 saya dan Tisa sudah duduk di bangku stadion. Yang sedang mengisi ceramah adalah anak Dr. Zakir Naik yaitu Fariq Zakir Naik. Lalu sekitar pukul 20.00 Dr Zakir Naik menaiki mimbar yang dipandu oleh Syahrul Gunawan. Takbir berkumandang saat Dr. Zakir Naik berjalan menuju mimbar.

Sekitar pukul 22.00 sesi tanya jawab Dr. Zakir Naik dan non muslim dimulai. Inilah yang paling ditunggu umat Islam, kami ingin menyaksikan bagaimana seorang non muslim menemukan hidayahnya hingga bersyahadat yang dipandu langsung oleh Dr. Zakir Naik. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada Dr. Zakir Naik. Mulai dari "Apa itu jalan yang lurus pada ayat 6 surat Al-Fatihah?", "Apa itu hidayah? Bagaimana cara menemukannya?", "Mengapa dalam terjemahan bahasa inggris Allah itu diartikan he/him? Sementara Allah itu tidak memiliki jenis kelamin", "Mengapa kita harus memilih satu agama sementara semua agama itu baik?", "Jika saya memeluk Islam, apa saya menjadi seorang yang durhaka pada orang tua?", dan masih banyak yang lain. Maafkan karena saya tidak bisa menuliskan jawaban Dr. Zakir Naik dengan baik disini, karena keterbatasan bahasa inggris saya, keterbatasan headphone saya saat mendengarkan penerjemah, juga keterbatasan saya yang tidak bisa mendengarkan beberapa suara sekaligus (suara Dr. Zakir Naik, suara penerjemah, suara orang yang bercerita dibelakang saya).

Ketika mereka (non muslim) sudah mendapatkan jawaban mereka, banyak diantaranya bersyahadat, ada yang belum siap, bahkan ada yang langsung ingin bersyahadat dengan dipandu oleh Dr. Zakir Naik tanpa ada pertanyaan. Beberapa diantara mereka (non muslim) yang wanita, menangis dan terbata saat bersyahadat. Saya, Tisa, dan mungkin beberapa penonton lainnya juga ikut menangis haru melihat mereka. Menurut saya, Allah begitu romantis kepada mereka (non muslim), karena diberi petunjuk untuk menemukan hidayah dan bisa bersyahadat bersama Dr. Zakir Naik. MasyaAllah.

Pukul 01.00, saya dan Tisa keluar stadion karena teman kami, Zonda akan menjemput. Acara belum selesai, hanya saja jadwal selesainya acara ini sudah lewat dari yang ditentukan. Saat kami pulang ada sekitar 9 orang yang sudah bersyahadat, ternyata karena keterbatasan waktu, ada 7 orang pemuda yang ingin bersyahadat secara berjamaah tanpa mengajukan pertanyaan. Dan sebelum tulisan ini di post. Saya baca di satu artikel, ada 2 orang lainnya yang bersyahadat tidak ingin dilihat orang ramai. MasyaAllah. Allahu Akbar.

-uciramda- 



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...