Review: Uhibbuka Fillah

Friday, March 31, 2017

Dua tahun lalu saya mencoba hijrah dari cinta yang tidak dianjurkan dalam Islam (pacaran). Saya mencoba untuk bersabar dan tetap istiqomah. Alhamdulillah saya punya sahabat, Tisa, yang selalu mengingatkan bahwa sudah banyak insan yang bertemu di jalan yang di ridhoi Allah. Novel ini juga rekomendasi dari Tisa untuk saya baca. Saya membelinya dan baru menamatkan membacanya kemaren malam. Tisa sudah mereviewnya disini, dan ini versi saya.


Uhibbuka Fillah, Aku Mencintaimu Karena Allah
Oleh Ririn Rahayu Astuti Ningrum
Novel yang menceritakan kisah cinta yang islami, cinta yang rumit, dan cinta yang ikhlas. Juga memotivasi dari kisah cinta para sahabat Nabi, dan banyak nasehat dari Ustad di pengajian yang ditulis penulis di novel ini. Bagaimana cinta yang tulus dan ikhlas karena Allah itu bekerja, dan kalimat yang sangat saya sukai "Bukan kita yang memilih takdir, tapi takdir yang memilih kita. Takdir bagaikan angin bagi seorang pemanah. Kita harus selalu mencoba untuk membidik dan melesatkannya pada saat yang tepat. Nak, cinta di jalan Allah selalu menguatkan dan tidak akan membawa jiwa dalam kesesatan. Ia bening dan lembut, seperti air mata. Namun ia sanggup menaklukkan gurun dan menggenggam samudera". Bagaimana? Romantis bukan?

Kisah cinta yang rumit namun tetap ikhlas karena Allah antara Dana, Aini, Hasan, dan Atiqa. Dengan dua orang sahabat yang selalu membantu dan menasehati mereka yaitu Rini dan Shaqim. Dana seorang yang dia sebut gaul, yang suka mendengarkan musik barat, memakai celana jeans, dan suka nongkrong itu menemukan hidayahnya melalui Aini. Dana jatuh hati pada Aini, gadis sholeha yang selalu istiqomah menjaga hati dan auratnya. Siapa sangka rasa cinta Dana pada Aini mampu mengantarkannya pada hidayah. Dana berubah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan sholeh. Tentu saja dengan menyimpan rasa cintanya untuk Aini sampai nanti waktunya tiba. Seperti yang dikatakan sahabatnya Rini "Simpanlah rasamu sampai waktunya tiba. Biarkan ia bening dalam hatimu, bening dan semakin bening karena titik-titik nodanya mengendap satu demi satu. Cinta sejati selalu putih. Yakinlah, jika kalian ditakdirkan berjodoh, gurun dan samudera mana yang sanggup menahannya?".

Tujuh tahun Dana memendam rasanya untuk Aini. Dia beranikan diri untuk mengatakan cintanya pada gadis sholeha itu. Namun ternyata cinta Dana tak berbalas. Aini memiliki seseorang yang dia tunggu, Hasan. Semasa SMP, Aini dan Hasan rajin berkirim surat. Mereka bahkan berjanji untuk saling menunggu hingga waktunya tiba. Namun Hasan menghilang, surat yang Aini kirimkan kembali karena tidak menemukan alamat penerima. Ada gerimis di wajah Aini yang membuat hati Dana terluka. Tak disangka cinta Dana pada Aini begitu besar. Dia mencari Hasan untuk Aini, agar gerimis di wajah Aini berganti pelangi. MasyaAllah.

Ternyata kenyataan tak seperti yang Aini harapkan. Lelaki yang dia tunggu selama ini sudah meminang gadis lain, yang sama sholehanya seperti Aini, yaitu Atiqa. Ketika kejujuran harus disampaikan walaupun pahit, Aini gugur juga. Pertahanannya runtuh, dia jatuh sakit dan tidak sadarkan diri selama 14 hari. Dana dan Atiqa yang memiliki hati yang besar, mengikhlaskan Hasan untuk Aini, agar Aini bisa sehat kembali dan berbahagia.

Saya menangis semalam membaca ini. Betapa tulus dan ikhlasnya cinta Dana dan Atiqa untuk orang yang mereka cintai. Ia cukup dengan mencintai dan tak berharap balas untuk dicintai. Mereka hanya ingin orang yang mereka cintai bisa kembali hidup dan berbahagia. Bagaimana bisa? MasyaAllah.

Ternyata cinta yang begitu ikhlas, cinta Ilahi yang diberikan Dana untuk Aini, dan Atiqa pada Hasan mengetuk hati Aini. "Barang siapa bersungguh-sungguh, niscaya dia akan mendapatkannya. Sungguh Allah Maha MenepatI janji, nak. Dia bayar semua perjuanganmu dengan cinta sejati. Cinta yang akan membuatmu semakin dekat kepada Ilahi". Takdir Allah berkata lain, hati Aini tertutup untuk Hasan, dia memilih Dana, seorang yang memiliki cinta yang nyata. Pun Aini merasa bukan dialah jodoh untuk Hasan. Melainkan Atiqa, gadis berhati samudera yang berhak melayari samuderanya bersama Hasan.

Begitulah takdir Allah bekerja, Allah Sang Pembolak Balik hati. Kita tidak pernah tau kepada siapa akhirnya hati ini akan berlabuh. Allahualam.


-uciramda-

2 comments:

  1. Finally! Buku yang membuatku galau akhirnya membuatmu galau juga haha. Yuk cari buku yang menginspirasi lainnya! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Galau adinda bacanya kak. Siappp. Nabung dulu yaa, hehee

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...