Aksi 212 yang Mengharukan

Tuesday, December 6, 2016

Aksi 212 yang awalnya aku kira akan terjadi kericuhan ternyata meninggalkan kesan dan keharuan untuk semua umat Islam. Umat Islam dari berbagai negeri datang beramai-ramai untuk ikut dzikir dan do'a bersama hingga shalat Jum'at berjamaah di Monas dan sekitarnya. Ada 7 juta orang  yang datang pada hari itu dengan kendaraan pribadi, uang pribadi, dan bahkan rombongan dari Ciamis jalan kaki menuju Monas. Sungguh mengharukan. 

Seperti yang disebutkan oleh efenerr.com bahwa orang-orang menuju Monas dengan muka sumringah dan langkah yang ringan, wajah yang teduh dan menyimpan senyum memenuhi jalanan. Dan yang membuatku lebih terharu bahkan menangis adalah para jamaah tidak gentar ketika hujan turun mengguyur Jakarta saat adzan berkumandang. Para jamaah tetap beribadah kepadaNya di bawah guyuran hujan yang cukup deras. (Waktu itu aku sempat berfikir "bagaimana ya para aksi damai itu? Apa mereka bubar karena hujan?" Dan jawabannya "TIDAK").

Aksi super damai 212 itu berlangsung dengan tertib dan damai. Ketika shalat Jum'at selesai para jamaah memungut koran alas sajadah mereka, tidak ada sampah setelah aksi selesai, tidak ada rumput yang diinjak, juga tidak ada pohon yang dirusak. Mereka yang datang aksi 212 seperti berlomba-lomba melakukan kebaikan. Banyak sekali relawan yang memberikan mineral serta nasi gratis. Juga ada seorang pedagang donat yang memberikan dagangannya pada hari itu secara gratis, tetapi banyak juga dari para dermawan yang meletakkan uang kertas Rp 50.000 dan Rp 100.000 ke kantong pedagang itu. Karena keikhlasannya, beliau mendapatkan rezeki dua juta seratus pada hari itu, masyaAllah :')

Sebelum postingan ini aku ketik, aku menangis karena membaca artikel berdakwah official line yang berisi tentang pendapat seorang Ulama Palestina. Yang sedikit aku kutip "Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah, yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek. Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini. Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah 'Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah 'Umawiyah. Tapi kini kita tau, dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke. Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam. Aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali, kami para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka, insyaAllah".

Setelah melihat apa yang terjadi Indonesia pada 2/12 kemaren, Wakil Ketua Rabithah Ulama Palestina Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah menyampaikan harapannya, semoga yang dimaksud Rasulullah tentang pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur itu adalah umat Islam Indonesia.

MasyaAllah, Allahu Akbar.

-uciramda-

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...