AADC 2

Friday, May 13, 2016

Kemaren aku habis nonton AADC 2 dengan sahabatku (Sukma). Dan bapernya masih terasa sampai malam ini. Gawat kan? Haha.. sebenarnya aku bukan penggemar beratnya AADC karena waktu film itu tayang aku masih SD wkwk. Aku pernah nonton AADC waktu film itu diputar di televisi pas lagi libur sekolah, mungkin aku nontonnya pas kelas 6 SD apa baru SMP kali yak. (nggak pernah ulang nonton lagi). Jadi yang aku ingat itu cuma gimana solidnya persahabatan Cinta dengan Mili, Maura, Karmen, dan Alya (sayangnya di AADC 2 Alya udah meninggal). Trus Rangga cowok yang suka sendirian dan nulis puisi, dan suka main di tempat mamang penjaga sekolah. Cinta yang ngomong sama Rangga pakai “saya dan kamu” sementara dia ngomong sama sahabatnya “lo, gue”. Trus Rangga harus ke luar negeri, dan Cinta kejar Rangga ke airport. Nggak ada adegan detail yang aku ingat di AADC (2002). Karena dulu waktu nonton aku belum punya sahabat yang benar benar solid, belum ngerti rasanya jatuh cinta, dan patah hati ditinggal kekasih, dan nggak paham puisi, jadi AADC nggak terlalu berkesan untukku. Bait puisi yang masih aku ingat dari AADC “pecahkan saja gelasnya biar ramai”. Cuma segitu cerita Cinta dan Rangga yang bisa aku ingat sewaktu menuju bioskop kemaren.


Lalu aku penasaran sama AADC 2 karena hits banget, juga karena sahabat yang lain udah pada nonton.  Karena juga menurutku mini drama Linenya cukup mengesankan, jadinya penasaran aja film AADC 2 nya gimana sih. Dan setelah keluar dari bioskop, aku rasa aku baper parah. Karena sekarang aku dengan kondisi yang sudah mengerti arti persahabatan, sudah pernah jatuh cinta dan mengerti pedihnya patah hati, dan juga aku lumayan suka dengan puisi, dan baperlah aku.


Actingnya Dian Sastro keren banget, pas aja gitu feelnya, canggung waktu duduk di depan Rangga, lihat tangannya yang habis salaman sama Rangga, nambahin lipstik di mobil, ekspresi malu malunya di mobil. Menurutku pas banget kayak kehidupan kita. Acting Sissy Pricillia yang benar benar bikin kita ngakak karena sifat polos dan bodohnya itu. Trus karakter Rangga yang keren, punya coffee shop, suka photography, dan pandai nulis puisi. (aaaakkk idaman lah ya?). Cinta dan Rangga yang sudah 9 tahun nggak pernah komunikasi dan bertemu di Yogyakarta karena ketidaksengajaan atau karena takdir semesta. Yang awalnya canggung, trus saling memaafkan, cerita tentang kabar mereka, dan travelling ke tempat yang romantis. Tapi anehnya mereka yang jalan dari pagi sampai pagi lagi, nggak tidur. (aneh sih, tapi yaudah lah, skenarionya begitu haha, pokoknya sweet aja). Dan yang terakhir puisi - puisi Rangga yang bikin baper parah. Salah satunya

kadang kadang kau pikir
lebih mudah mencintai semua orang
daripada melupakan satu orang
jika ada satu orang
yang menyentuh inti jantungmu
mereka yang datang kemudian
hanya kemungkinan


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...